Saturday, 5 October 2013

Armada Penangkapan Ikan Di Semarang

Menurut Ditjen Perikanan Tangkap DKP (2005), klasifikasi perikanan tangkap terdiri atas:
1. Armada perikanan tangkap ikan skala kecil adalah penangkapan ikan menggunakan perahu motor, atau menggunakan perahu motor tempel, atau kapal motor berukuran <5 GT;
2. Armada penangkapan ikan skala menengah adalah armada penangkapan ikan menggunakan perahu motor tempel atau kapal motor berukuran 5 – 30 GT; dan
3. Armada penangkapan ikan skala besar adalah armada penangkapan ikan menggunakan perahu motor tempel atau kapal berukuran >30 GT.

Daerah operasi penangkapan (fishing ground) di laut berkembang dari perairan dekat pantai hingga laut lepas.Terdapat zona penangkapan sesuai dengan kondisi armada penangkapan. Menurut Surat Keputusan Menteri Pertanian nomor 392 Tahun 1999, yakni jalur I hingga jalur III (Effendi dan Oktariza, 2006).

JENIS ALAT TANGKAP YANG ADA DI KOTA SEMARANG

Kegiatan penangkapan ikan merupakan salah satu usaha yang dilakukan untuk memanfaatkan potensi perikanan yang ada di Indonesia. Dalam kegiatan penangkapan ikan diperlukan berbagai informasi tentang konstruksi dan pengoperasian alat tangkap yang efektif, kondisi oseanografi, maupun mengenai tingkah laku ikan yang menjadi sasaran penangkapan. Jaring arad merupakan alat tangkap udang yang digunakan oleh nelayan Semarang Pada umumnya alat tangkap yang digunakan nelayan yang tinggal di sekitar lokasi TPI Tambak Lorok yaitu Bagan Apung, Cantrang, Gill net, Dogol, Bubu dan Arad (Zawani, 2010).

GAMBARAN UMUM KOTA SEMARANG



Kota Semarang yang notabene adalah Ibu Kota Propinsi Jawa Tengah mempunyai pantai sepanjang 36,63 km, potensi bidang perikanannya meliputi perikanan laut, dan perikanan darat. Sedangkan secara administratif terbagi dalam 16 Kecamatan dan 177 Kelurahan. Jumlah penduduk Kota Semarang berdasarkan regiitrasi penduduk adalah sebesar 1.419.478 jiwa, yang berpenghasilan sebagai nelayan 1.104 jiwa. Penduduk yang bermata pencaharian sebagai pedagang ikan baik ikan segar maupun olahan ikan 1153 jiwa, petani tambak 502 jiwa dan pembudidaya ikan 373 jiwa. Kebutuhan konsumsi makan ikan penduduk Semarang sendiri sebesar 22,37 kg per kapita per tahun, berarti kebutuhan ikan sebesar 1.356,017 ton. Bahkan kalau Semarang berhasil meningkatkan produksi perikanan tidak menutup kemungkinan untuk melakukan ekspor. Hal ini ditunjukkan dengan adanya ekspor hasil perikanan dari Kota Semarang sebesar 3.376.747 Kg dengan nilai $ 19.041.913,02 (http://phpkotasemarang.blogspot.com/, 2013).
Kegiatan perikanan tangkap di Kota Semarang Utara sudah lama dilakukan oleh nelayan dan merupakan usaha yang turun temurun. Kota Semarang Utara merupakan sentra daerah perikanan tangkap di Jawa Tengah dan kegiatan usaha penangkapan ikan sudah dapat memberikan kontribusi terhadap pendapatan keluarga. Peranan istri nelayan dalam usaha perikanan tangkap cukup besar dalam menyiapkan kebutuhan melaut dan disamping itu banyak istri nelayan yang bekerja sebagai pengolahan untuk mencukupi kebutuhan keluarga (www.antarajateng.com).