Kota Semarang yang notabene adalah Ibu Kota Propinsi Jawa Tengah mempunyai pantai sepanjang 36,63 km, potensi bidang perikanannya meliputi perikanan laut, dan perikanan darat. Sedangkan secara administratif terbagi dalam 16 Kecamatan dan 177 Kelurahan. Jumlah penduduk Kota Semarang berdasarkan regiitrasi penduduk adalah sebesar 1.419.478 jiwa, yang berpenghasilan sebagai nelayan 1.104 jiwa. Penduduk yang bermata pencaharian sebagai pedagang ikan baik ikan segar maupun olahan ikan 1153 jiwa, petani tambak 502 jiwa dan pembudidaya ikan 373 jiwa. Kebutuhan konsumsi makan ikan penduduk Semarang sendiri sebesar 22,37 kg per kapita per tahun, berarti kebutuhan ikan sebesar 1.356,017 ton. Bahkan kalau Semarang berhasil meningkatkan produksi perikanan tidak menutup kemungkinan untuk melakukan ekspor. Hal ini ditunjukkan dengan adanya ekspor hasil perikanan dari Kota Semarang sebesar 3.376.747 Kg dengan nilai $ 19.041.913,02 (http://phpkotasemarang.blogspot.com/, 2013).
Kegiatan perikanan tangkap di Kota Semarang Utara sudah lama dilakukan oleh nelayan dan merupakan usaha yang turun temurun. Kota Semarang Utara merupakan sentra daerah perikanan tangkap di Jawa Tengah dan kegiatan usaha penangkapan ikan sudah dapat memberikan kontribusi terhadap pendapatan keluarga. Peranan istri nelayan dalam usaha perikanan tangkap cukup besar dalam menyiapkan kebutuhan melaut dan disamping itu banyak istri nelayan yang bekerja sebagai pengolahan untuk mencukupi kebutuhan keluarga (www.antarajateng.com).
Tambak lorok merupakan salah satu daerah pantai di kota Semarang yang terletak di Sungai Banger, Kelurahan Tanjung Mas. Sekitar tahun 1950 pada kawasan ini muncul sebuah pemukiman yang sebagian besar masyarakatnya bermata pencaharian sebagai nelayan. Fenomena yang ada bahwa masyarakat yang bermukim di kawasan ini memiliki ketergantungan terhadap Natural Resources (sumber alam) yaitu laut sebagai tempat mencari ikan, sungai dan muara sebagai tempat menambat perahu dan keluar masuknya perahu ke laut. Oleh karena, fenomena ini telah menyatu dengan kehidupan kebudayaan masyarakat serta berlangsung turun menurun maka pemukiman ini lebih dikenal dengan pemukiman nelayan (Azizi, dkk, 2007).
Kota Semarang dengan luas wilayah 373,70 Km². Secara administratif Kota Semarang terbagi menjadi 16 Kecamatan dan 177 Kelurahan. Dari 16 Kecamatan yang ada, terdapat 2 Kecamatan yang mempunyai wilayah terluas yaitu Kecamatan Mijen, dengan luas wilayah 57,55 Km² dan Kecamatan Gunungpati, dengan luas wilayah 54,11 Km². Kedua kecamatan tersebut terletak di bagian selatan yang merupakan wilayah perbukitan yang sebagian besar wilayahnya masih memiliki potensi pertanian dan perkebunan. Sedangkan kecamatan yang mempunyai luas terkecil adalah Kecamatan Semarang Selatan, dengan luas wilayah 5,93 Km² diikuti oleh Kecamatan Semarang Tengah, dengan luas wilayah 6,14 Km² (Pemkot Semarang,2012).
0 comments:
Post a Comment