Menurut Ditjen Perikanan Tangkap DKP (2005), klasifikasi perikanan tangkap terdiri atas:
1. Armada perikanan tangkap ikan skala kecil adalah penangkapan ikan menggunakan perahu motor, atau menggunakan perahu motor tempel, atau kapal motor berukuran <5 GT;
2. Armada penangkapan ikan skala menengah adalah armada penangkapan ikan menggunakan perahu motor tempel atau kapal motor berukuran 5 – 30 GT; dan
3. Armada penangkapan ikan skala besar adalah armada penangkapan ikan menggunakan perahu motor tempel atau kapal berukuran >30 GT.
Daerah operasi penangkapan (fishing ground) di laut berkembang dari perairan dekat pantai hingga laut lepas.Terdapat zona penangkapan sesuai dengan kondisi armada penangkapan. Menurut Surat Keputusan Menteri Pertanian nomor 392 Tahun 1999, yakni jalur I hingga jalur III (Effendi dan Oktariza, 2006).
Armada penangkapan ikan adalah kelompok kapal perikanan yang dipergunakan untuk menangkap ikan jenis pelagis yang bermigrasi dan dioperasikan dalam satu kesatuan sistem operasi penangkapan atau dalam satu kesatuan manajemen usaha, yang terdiri dari kapal penangkap ikan, kapal pembantu penangkap ikan, dan kapal pengangkut ikan, atau kelompok kapal penangkap ikan dan pengangkut ikan dalam satu manajemen usaha penangkapan ikan.
Jumlah armada Penangkapan Ikan di daerah jawa tengah terutama di Semarang di dominasi oleh nelayan perahu motor tempel dengan Jumlah 466 buah, Armada penangkapan di kota Semarang hanya menggunakan kapal-kapal kecil dengan menggunakan motor tempel atau sering disebut dengan perahu sopek yang biasanya dimiliki oleh perorangan. Dari data yang didapatkan jumlah keseluruhan armada perikanan tangkap di kota Semarang adalah 466 armada, jumlah kapal 466 kapal dengan jumlah unit penanangkapan sebesar 480 unit penangkapan.
Dari jumlah tersebut alat tangkap yang paling dominan di perairan semarang adalah pukat pantai atau arad dengan jumlah sebesar 237 unit penangkapan. Sedangkan alat tangkap cantrang berjumlah 127 unit penangkapan. Jumlah unit penangkapan bubu berjumlah 62 unit dan bagan perahu sebanyak 54 unit penangkapan. Dalam data ini jumlah rumah tangga atau perusahaan perikanan adalah jumlah rumah tangga atau perusahaan perikanan pada akhir tahun menurut golongan perahu atau kapal yang digunakan (besarnya usaha). Sedangkan jumlah perahu atau kapal adalah perahu atau kapal pada akhir tahun menurut jenis dan ukurannya. Perahu atau kapal yang digunakan sebagai pengangkut ikan (fish carrier) tidak dilaporkan, tetapi perahu atau kapal yang digunakan langsung untuk operasi Bagan dilaporkan.
Sesuai dengan melimpahnya dukungan sumber daya alam di sektor perikanan dan kelautan di daerah Kota Semarang Utara sebagian besar masyarakat pekerjaan utama suami dalam keluarga adalah sebagai nelayan dan pekerjaan ini sudah turun temurun dari orang tuanya.
Saturday, 5 October 2013
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment