Saturday, 5 October 2013

JENIS ALAT TANGKAP YANG ADA DI KOTA SEMARANG

Kegiatan penangkapan ikan merupakan salah satu usaha yang dilakukan untuk memanfaatkan potensi perikanan yang ada di Indonesia. Dalam kegiatan penangkapan ikan diperlukan berbagai informasi tentang konstruksi dan pengoperasian alat tangkap yang efektif, kondisi oseanografi, maupun mengenai tingkah laku ikan yang menjadi sasaran penangkapan. Jaring arad merupakan alat tangkap udang yang digunakan oleh nelayan Semarang Pada umumnya alat tangkap yang digunakan nelayan yang tinggal di sekitar lokasi TPI Tambak Lorok yaitu Bagan Apung, Cantrang, Gill net, Dogol, Bubu dan Arad (Zawani, 2010).


JENIS ALAT TANGKAP YANG ADA DI KOTA SEMARANG
Cantrang
Alat tangkap cantrang yang digunakan oleh nelayan terdiri dari bagian-bagian yaitu mulut, sayap, badan dan kantong. Pada bagian mulut terdiri dari bibir jaring atas dan bibir jaring bawah yang mempunyai ukuran panjang berbeda. Badan merupakan bagian yangterbesar dari jaring yang terletak antara kantong dan sayap. Sayap merupakan sambungan dan perpanjangan antara badan sampai tali selembar, bagian ini merupakan bagian yang berfungsi sebagai penghalau ikan agar masuk kantong dan akhirnya seluruh hasil tangkapan dapat terkumpul dibagian kantong (Sudirman dkk, 2008).

Gillnet
Jaring insang pada dasarnya ialah sebidang jaring yang dioperasikan sedemikian rupa untuk menghadang pergerakan gerombolan ikan (sesuai atau melawan arus). Ikan diharapkan terjerat pada mata jaring dengan sistem: terjerat pada kepala bagian depan (snagged), terjerat pada insang (gilled), terjerat pada bagian sirip punggung (wedged) maupun terpuntal (entangled). Dengan demikian penamaan jaring insang sebenarnya tidak spesifik untuk ikan yang terjerat pada insang saja. Jaring Insang termasuk jenis alat tangkap yang pasif dan selektif. Jaring tidak bergerak, sebaliknya, ikan yang akan masuk dan berusaha melewati mata jaring sehinga terjerat atau terpuntal. Dia hanya menangkap ikan-ikan pada kisaran ukuran tertentu sesuai dengan ukuran mata jaring (Karakteristik Perikanan Laut Indonesia, 2012).
Alat tangkap Jaring Insang digunakan pada hampir semua daerah di Indonesia. Nama yang paling umum digunakan adalah Gill Net atau Jaring Insang. Hasil tangkapan terutama ikan-ikan permukaan seperti tongkol. Namun ada juga jenis Jaring Insang yang khusus ditujukan untuk menangkap udang dan ikan dasar lainnya. Jaring insang bisa dioperasikan secara beragam – dipasang secara permanen tidak bergerak (fixed Gill net), juga bisa dioperasikan hanyut mengikuti arus. Pada Jaring Insang Tetap, jaring dilengkapi dengan pemberat sampai dasar, agar tidak mengikuti arus. Sesuai dengan ikan yang menjadi target penangkapan, Jaring Insang juga bisa dioperasikan pada permukaan, pada kolom air ataupun di dasar. Hal ini dilakukan dengan mengatur kekuatan antara pemberat dengan pelampung pada bagian atas jaring. Jaring Insang bisa dioperasikan secara melingkar untuk mengurung gerombolan ikan. Hal ini terutama dilakukan jika lebar jaring mencapai dasar perairan, sehingga sedikit kemungkinan ikan terlepas melalui bawah jaring. Ketika jaring ditarik secara perlahan, pergerakan ikan akan semakin terbatas dan akhirnya terjerat atau terpuntal pada jaring. Jaring Insang termasuk jenis alat yang selektif. Kelemahan dari alat ini adalah ketika mengambil ikan hasil tangkapan harus dilakukan satu per satu sehingga tidak efisien dan sering merusak jaring.

Bubu
Bubu adalah sebuah alat tangkap yang di klasifikasikan sebagai Traps (jebakan) dan alat tangkap ini bersifat pasif. Memiliki berbentuk seperti kurungan dengan sebuah pintu masuk untuk masuk ikan, lubang untuk mengeluarkan hasil tangkapan. Beberapa jenis alat tangkap bubu ada yang dalam pengoperasiannya menggunakan umpan ada juga yang tidak menggunakan umpan. Alat tangkap bubu secara umum ada dua jenis yaitu bubu dasar dan bubu hanyut, bubu dasar fish target nya adalah spesies ikan-ikan demersal dan beberapa crustace seperti kepiting atau rajungan sedangkan bubu hanyut memilik fish target ikan layang (flying fish).

Garuk kerang
Garuk kerang (dredged net) merupakan alat tangkap tradisional yang dioperasikan dengan cara diseret disekitar pesisir pantai. Pengoperasian dredged net hampir sama dengan beam trawl yaitu dengan cara diseret pada dasar perairan, hanya saja ukuran alat ini lebih kecil jika dibandingkan dengan beam trawl. Konstruksi alat tangkap garuk kerang terdiri dari kantong di bagian mulutnya diberi bingkai dari besi berbentuk segitiga sama sisi, pada bagian bawah bingkai diberi gigi dari besi/gigi garuk (Martasuganda, 2004). Di pesisir pantai Utara Jawa Tengah, alat tangkap tersebut banyak digunakan oleh nelayan dalam usaha pemanfaatan potensi kerang dan udang (Pramonowibowo et al, 2007 dalam Aristi dkk, 2011). Berdasarkan hal-hal tersebut, maka pemahaman tentang pentingnya kelestarian sumberdaya alam dan pengenalan rancang bangun modifikasi dredged net perlu diperkenalkan dan didemonstrasikan agar para nelayan khususnya yang melakukan usaha penangkapan udang dapat meyakini. Terlebih lagi peran dredged net sebagai alat tangkap ikan tradisional cukup penting guna mendukung kebutuhan ikan komersial (udang) di Indonesia (Dirjen Perikanan 1987).

Arad
Jaring Arad (mini trawl) adalah jaring yang berbentuk kerucut yang tertutup ke arah ujung kantong dan melebar ke arah depan dengan adanya sayap. Bagianbagiannya terdiri dari dua sayap, mulut, badan dan kantong (cod-end) serta dilengkapi dengan pembuka mulut, yaitu otter board dan tali temali (bridle line, warp dan tali kantong). Jaring arad berkembang di Pantai Utara Jawa. Berbagai sebutan jaring arad pernah muncul di berbagai daerah seperti sotok rebon di Rembang, jaring arad di Tegal-Brebes, gereuk di Jawa Timur, otok di Kendal, dan cotok di Demak (Balai Pengembangan Penangkapan Ikan, 1997).
Manadiyanto et al (2000), menjelaskan bahwa jaring arad adalah alat tangkap yang dioperasikan secara aktif dengan cara ditarik oleh perahu. Alat ini biasanya dipakai untuk menangkap udang dan ikan demersal. Secara garis besar konstruksi jaring arad terdiri atas bagian sayap, badan dan kantong. Bahan jaring seluruhnya terbuat dari polyethylene (PE). Jaring arad ini dilengkapi dengan alat pembuka mulut jaring (otter board) berukuran panjang 66 cm dan lebar 33 cm. Otter board pada jaring arad ini terbuat dari bahan kayu yang diberi pemberat besi 6 kg. Otter board berfungsi untuk membuka mulut jaring ke arah horizontal.

0 comments:

Post a Comment